KABUPATEN  PEGUNUNGAN ARFAK

Kabupaten Pegunungan Arfak merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Manokwari yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2012 Tentang Pembentukan Kabupaten Pegunungan Arfak di Provinsi Papua Barat. Kabupaten ini resmi dimekarkan pada 25 Oktober 2012. Kabupaten ini terdiri dari 10 kecamatan.

Pegunungan Arfak adalah gugusan gunung yang membentang di bagian kepala burung Pulau Papua. Memiliki ketinggian antara 15 meter hingga 2.950 meter diatas permukaan laut (dpl). Berdasarkan klasifikasi ketinggian, kawasan Pegunungan Arfak memiliki perwakilan tipe ekosistem beragam yang terbagi menjadi tiga tipe ekosistem hutan utama, yaitu:

(1) Hutan hujan dataran rendah – lowland forest (<300 meter),

(2) Hutan hujan kaki gunung – foothill forest (300 – 1.000 meter), dan

(3) Hutan hujan lereng pegunungan – lower mountain forest (1.000 – 2.800 meter).

Hamparan vegetasi hutan tropis di kawasan ini telah menjadi istana penyedia kehidupan bagi sedikitnya 12.000 jiwa empat suku asli yang bermukim disini yaitu: Hatam, Meyakh, Sough dan Moley. Di Pegunungan Arfak ini terdapat gunung tertinggi di Papua Barat, yaitu Gunung Umsini (2.950 m dpl), dimana di gunung ini terdapat dua danau, yaitu Danau Anggi Gita (2.500 ha) dan Anggi Gigi (1.800 ha).

POTENSI

Sektor pertambangan             :  Granit,

Sektor pertanian                      :  Wortel, Kentang, Daun Bawang

Sektor Perkebunan                  :  Kopi

Sektor peternakan                    :  Sapi, Babi,

Sektor kehutanan                     :  Meranti,Kayu langgua, Trembesi

DESTINASI WISATA

Carar Alam Pegunungan Arfak

Perbedaan zona ekosismen itu membuat kawasan Pegunungan Arfak kaya akan keanekaragaman hayati bernilai tinggi. Di dalam kawasan Pegunungan Arfak diperkirakan terdapat 110 spesies mamalia dengan 44 spesies yang telah tercatat, 320 spesies aves, dimana 5 diantaranya merupakan satwa endemik di kawasan Pegunungan Arfak – Tambrauw seperti Cenderawasih Arfak (Astrapia Nigra), Parotia Barat (Parotia Sefilata) dan Namdur Polos (Amblyornis Inomatus). ). Karena perannya yang demikian penting bagi flora, fauna dan manusia, maka melalui Keputusan Menteri Kehutanan No. 783/Kpts-II/1992 tertanggal 11 Agustus 1992, Pegunungan Arfak ditetapkan menjadi kawasan Cagar Alam Pegunungan Arfak (CAPA).

Danau Anggi

Merupakan obyek wisata alam berupa dua danau yang biru dan bersebelahan pada vegetasi hamparan hutan tropis, yaitu danau laki-laki ( giji) dan perempuan (gida). Yang uniknya kedalaman dari kedua danau tersebut masih menjadi misteri.

Pesona Burung Cenderawasih

Vegetasi Hamparan hutan tropis mejadikan ini sebagai rumah bagi berbagai spesies burung Cenderasih, seperti Cenderawasih Arfak (Astrapia nigra), Parotia barat (Parotia sefilata) dan burung Namdur polos (Amblyornis inornatus) yang oleh suku Arfak Moley disebut burung Mbrecew atau burung pintar. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri untuk menjaidkan tempat ini sebagai obyek wisata yang patut di kunjungi.

Kupu-kupu Endemik

Selain pesona burung cenderawasih, obyek wisata menarik lain yang menjadi  perhatian dunia adalah jenis serangga kupu-kupu khas yang keberadaannya di dunia hanya terdapat di pegunungan arfak , yaitu  kupu-kupu sayap-burung (Ornithoptera arfakensis, O. Rohchildi). Bagi para ahli serangga dan peneliti kupu-kupu,  Ornithoptera arfakensis, O. Rohchildi  merupakan spesies yang menarik perhatian para peneliti ketika berkunjung ke kawasan ini.