PADA penyelenggaraan Pekan Produk Budaya Indonesia dan Nusantara Expo dan Forum 2016 yang provinsi Papua Barat melalui kantor Perwakilan di Jakarta menampilkan produksi dari ekonomi kreatif. Berbagai produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah(UMKM) pun ditampilkan, seperti kerajinan kulit, kain tenun hingga produksi minuman buah merah. “ Pameran expo ini kami harapkan mampu meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD) Provinsi Papua Barat hingga 50 persen. Kami akui masih banyak potensi di Papua Barat yang belum digali,” ujar Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Provinsi Papua Barat Nico Tike.

Nico menuturkan, pihaknya hanya membutuhkan satu hari untuk mempersiapkan stand pada pameran expo tersebut. Bukan hanya produk dari ekonomi kreatif saja, beberapa pameran potensi pariwisata juga diketengahkan, salah satunya keindahan eksotika raja ampat. “ Pemerintah Daerah (Pemda) pasca produksi terus memberikan ruang untuk dipromosikan di tingkat nasional hingga Internasional,” katanya.

Sementara, lanjut Nico pada proses produksi pemda juga memberikan perhatian berupa modal usaha. Setiap UMKM akan diberikan modal usaha sesuai dengan kapasitas produksinya. Dicontohkan Nico untuk UMKM produksi kerajinan tas memperoleh bantuan modal sebesar Rp.30 hingga Rp.50 juta. Kendala selama ini, menurut Nico karena masih terbatasnya jumlah Sumber Daya Manusia(SDM) khususnya di tenaga ahlinya.  “UMKM di Papua Barat yang mendapatkan bantuan dari Pemda diantaranya produksi: kerajinan handicraft rumah kaki seribu, tas kulit noken dan buah merah,” ungkapnya.

_dsc0109

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Kantor Perwakilan Papua Barat di Jakarta Juliana Maitimu. Dia menyebutkan, potensi yang dimiliki provinsi yang baru 17 tahun berdiri sangat banyak. Hanya saja potensi tersebut belum seluruhnya digali. Menjadi show window potensi di daerah, menurut Juliana kantor perwakilan menjalin kerjasama dengan beberapa kabupaten di provinsi Papua Barat. “ Setelah orang melihat dan mengenal, pasti ingin merasakan. Ini kita terus gali semua potensi di Papua Barat,” kata Juliana Maitimu.

Juliana mengungkapkan, untuk memperkenalkan produk unggulan dan budaya di tingkat nasional hingga Internasional, pihaknya memperkenalkan melalui pameran di Jakarta hingga skala Internasional. “ Upaya kami belum lama ini mengikuti ajang Internasional di Jepang untuk memperkenalkan budaya Papua Barat,” ucapnya.

Terakhir, Juliana berharap Pemda Papua Barat dapat lebih berperan aktif mengikuti pameran. Selain itu, pemerintah di tingkat nasional khususnya Kementerian PMK, Dalam Negeri dan Desa, Pembangunana Daerah Tertinggal(PDT) dan Transmigrasi dapat bekerjasama secara konkrit. “ Jadi kami inginkan mereka tidak hanya melihat saja pada expo kali ini,” tukasnya.